Kampanye Pencegahan Kekerasan dan TPPO di SMP N 3 Garung Wonosobo

Memperingati Hari Kartini dan menyambut Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, tepat tanggal 30 April 2026 KITA INSTITUTE bersama SMP Negeri 3 Garung melaksanakan kegiatan Kampanye Pencegahan Kekerasan dan TPPO

Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan menyambut Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, tepat tanggal 30 April 2026 KITA INSTITUTE bersama SMP Negeri 3 Garung melaksanakan kegiatan Kampanye Pencegahan Kekerasan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi, refleksi, sekaligus aksi nyata bagi seluruh warga sekolah untuk memahami bahwa kekerasan dan TPPO bukan hanya persoalan individu, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dicegah sejak dini. Dengan membawa semangat perjuangan R.A Kartini, para siswa diajak untuk lebih berani bersuara, peduli terhadap sesama, serta menciptakan budaya saling menghormati dan melindungi di lingkungan sekolah.

Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan secara edukatif, kreatif, dan interaktif, mulai dari:
📚 Kampanye dari kelas ke kelas yang membahas isu kekerasan, TPPO, dan relasi sehat dalam pergaulan;
🗣️ Deklarasi komitmen sekolah aman sebagai bentuk keberanian bersama melawan Kekerasan dan TPPO;
✋ Cap tangan Anti Kekerasan dan TPPO sebagai simbol solidaritas, kepedulian, dan komitmen bersama;
🎭 Lomba Puisi dan Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang mengangkat tema perlindungan perempuan dan anak untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kreativitas siswa;
🤝 Serta penguatan nilai-nilai karakter seperti saling menghargai, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan Hari Kartini dan Hardiknas, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan sekolah sebagai ruang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Melalui partisipasi aktif guru, siswa/siswi, OSIS, dan seluruh pihak yang terlibat, diharapkan tercipta generasi muda yang lebih sadar, berani, kritis, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap perlindungan diri dan orang lain.

Karena setiap anak berhak merasa aman di sekolah.
Karena setiap suara berharga untuk melawan kekerasan.
Dan karena keberanian kecil hari ini dapat menciptakan perubahan besar di masa depan.

“Berani Bicara, Berani Melindungi”
“Lawan Kekerasan dan TPPO”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *